Ceritakan dengan Benar!

https://media.guim.co.uk/5b01e58dd449931180e3ed1ba6e585c42e1ce37e/0_312_6000_3602/master/6000.jpg

Entah ingin kesal atau pasrah, yang pasti nafas terhela ketika membaca kolom berita di Media Indonesia (18/4) yang mengatakan bahwa Louis Tomlinson akan memerankan Jamie Vardy di film biografi pemain Leicester City tersebut.

Koran Media Indonesia menyadur berita tersebut dari Mirror, fokus mereka bukan Vardy atau Tomlinson, melainkan Ranieri. Pelatih asal Italia tersebut merasa bangga ketika mengetahui Robert De Niro sedang diplot untuk jadi dirinya di film biografi tersebut.

“Mengapa tidak ? De Niro aktor hebat”, katanya.

Sejauh ini laporan yang beredar, Louis Tomlinson sebagai tokoh utama, Robert De Niro memerankan Claudio Ranieri,dan Vinnie Jones mengambil peran Nigel Pearson. Menarik di atas kertas, berpotensi jadi bencana.

Robert De Niro membutuhkan diet cukup ketat untuk memerankan Claudio Ranieri, Vinnie Jones cukup masuk akal menjadi Pearson, sama-sama bermuka keras dan memiliki tinggi 185 centimeter, tapi Louis Tomlison sebagai Jamie Vardy…? *sigh*

Louis-Tomlinson
Saat Gabby diancam mati | PHOTO: Mirror

Demi kepentingan marketing global, Louis Tomlinson mungkin dapat menarik massa berkat ketenarannya di atas panggung.

Mungkin para directioners, atau fans One Direction akan menyaksikan film biografi Jamie Vardy berkat penunjukkan ini, tapi bagaimana dengan para penikmat sepak bola ?

Kita belum tahu bagaimana ia akan memerankan Vardy, bahkan laporan Mirror sampai saat ini masih berstatus rumor, tapi Tomlinson nyatanya punya sejarah buruk di dunia sepak bola.

Tomlinson merupakan suporter Doncaster Rovers yang sempat dikontrak oleh tim kesayangannya untuk kemudian dibuang Paul Dickov ke tim cadangan.

Dia adalah sosok yang cukup familiar.

Ia sering bermain dalam berbagai pertandingan amal, menjadi pemilik saham bersama Doncaster Rovers, dan perancang kostum klub untuk kompetisi musim depan.

Sayangnya, familiar bukan berarti diterima dengan tangan terbuka. Tomlinson dibuang Paul Dickov karena tidak memiliki komitmen kepada tim.

Ia juga dikenal sebagai pemain manja yang membuat Gabby Agbonlahor mendapat surat ancaman dari fans One Direction karena menjatuhkan Tomlinson di pertandingan amal Stiliyan Petrov.

Terakhir, suporter Rovers memprotes keputusan klub yang memenangkan desain Louis Tomlinson dalam kompetisi merancang kostum baru bersama apparel Thailand, FBT.

Sebenarnya ada satu alasan lagi, tekstur wajah Tomlinson yang tidak sesuai dengan Vardy, tapi lupakanlah. Ingat, Robert Downey Jr. dan Tom Cruise di “Tropic Thunder“. Teknologi dan rias wajah bisa membantunya.

goal_lg
Merubah sejarah | PHOTO: Sconefest

Pada intinya, pasti akan banyak yang memprotes jika Tomlinson benar-benar menjadi tokoh utama di film biografi Jamie Vardy.

Akan tetapi, sekali lagi, kita belum tahu kemampuan akting Tomlinson, dan jika terpilih sebagai Vardy, hal itu akan jadi satu-satunya cara untuk membuat sebagian kita rela.

Beban sesungguhnya akan diemban Adrian Butchart, penulis naskah “Goal” dan “Goal II” tersebut kabarnya bukan hanya menuangkan ide, pemikirannya tentang film ini melalui tulisan, tapi juga menjadi produsernya.

Butchart harus menceritakan kisah sepak bola paling fenomenal musim ini dengan begitu detil dan benar karena mungkin perjalanan karir Jamie Vardy sebelum membela Leicester City masih tak begitu diketahui banyak orang.

Ya, kita tahu ia dulu bermain di klub semi-profesional, dan hanya menjadikan sepak bola sebagai pekerjaan sambilan. Kita tahu juga bagaimana ia menjadi pemain non-liga paling mahal di Inggris, dan kini menjadi striker tim nasional, tapi apa cuma itu ?

Kurang dari 30 kata !? Dalam sebuah film kita tidak membutuhkan jawaban dari “apa”, tapi “bagaimana“, dan “kenapa“.

Jangan sampai Butchart membuat dunia alternatifnya sendiri seperti yang ia lakukan di “Goal II”, karena jika hal itu terjadi, sebagus apapun Louis Tomlinson, Zac Efron ataupun Robert Pattinson memerankan Vardy, pasti akan ada kritik yang menjatuhkan.

Sama saja dengan “Batman v Superman: Dawn of Justice“, sebagus apapun Ben Affleck memerankan Batman, Zack Snyder membuatnya tidak memiliki batasan moral dengan memaksimalkan senjata api. Nilai Batman seakan hilang.

Satu-satunya cara untuk Adrian Butcharat mendapatkan pujian adalah setia pada sumber utamanya, Jamie Vardy, dan ceritakan dengan benar!

“The UK countries England and Scotland are the most deadly in Europe”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s