Stefan Kiessling, More Than Just a Kiss

Kemarin (19/4), Bayer Leverkusen resmi memperpanjang kontrak striker berambut ikal asal Jerman, Stefan Kiessling. Bukan cuma setahun, pemilik nomor punggung 11 satu ini diikat hingga 2018!

Meski memiliki Javier “Chicharito” Hernandez, Robbie Kruse, dan Ahmed Mehmedi, Bayer tetap mempertahankan ikon mereka untuk dua tahun ke depan dengan opsi menjadi staff ruang ganti masa depan.

“Kiessling adalah panutan yang ingin kami pertahankan khusus untuk tim ini, dan juga para fans”, Kata Direktur Manajer Bayer Leverkusen, Michael Schade.

Sebuah pernyataan yang dapat menjadi pedang bermata dua di masa depan.

Saat Chelsea siap kehilangan John Terry, atau Francesco Totti merasa tidak dihargai oleh AS Roma, Stefan Kiessling berani mengambil risiko dengan bertahan di Bayer yang secara kasat mata tidak membutuhkan dirinya.

Pada jaman modern seperti saat ini, untuk apa kita menjaga pemain berusia 32 tahun dengan perpanjangan kontrak ?

Chicharito-Javier-Hernandez
Chicharito produktif empat bulan | PHOTO: Just-Football

Apalagi sudah ada Chicharito di dalam tim!

Javier “Chicharito” Hernandez musim ini telah mencetak 15 gol dari 24 laga di Bundesliga, 12 diantaranya ia cetak selama periode Oktober 2015-Januri 2016 sebelum dipaksa menepi oleh cedera otot.┬áSementara Kiessling ?

Secara total, ia baru berkontribusi dalam 14 gol Bayer Leverkusen selama 41.38 jam berdiri di atas lapangan. Kiessling hanya berdiri di posisi ke-enam topskorer klub musim ini, kalah dari winger 19 tahun, Julian Brandt!

Buat apa Kiessling!?

Nyatanya, musim depan merupakan tahun ke-10 Kiessling bersama Bayer Leverkusen, nomor 11 telah menghiasi punggungnya sejak 2006 dan pada Bundesliga 2016/17, ia akan menyamai rekor Gonzalo Castro dalam rekor penggunaan nomor punggung.

Selain itu, Kiessling juga sudah teruji oleh waktu.

Pada musim pertamanya, Kiessling tampil lebih banyak (32) dibandingkan bintang klub, yang sudah menetap di Bayer lebih awal, Andriy Voronin (31). Semusim kemudian, Stefan Kiessling sukses memberikan 14 gol untuk klub.

Meski hanya sembilan yang ia cetak sendiri, angka itu lebih banyak ketimbang topskorer Bayer Leverkusen 2007/08, Theofanis Gekas (13).

2008, Patrick Helmes menjadi tandem Kiessling, dan bersama-sama mencetak 34 gol untik Bayer Leverkusen. Angka serupa berhasil dipertahankan Kiessling di musim berikutnya, meski dengan rekan berbeda, Eren Derdiyok.

tumblr_lpb4zgurRe1qzwba1
DerdiyoKiessling | PHOTO: Tumblr / Alekibutt

Memasuki 2010, saat penerapan striker tunggal mulai trend di kalangan para pelatih ataupun manajer, Kiessling berhasil melampaui raihan gol Derdiyok meski ikut tertutup dengan penampilan Vidal, Renato Augusto, Sidney Sam, ataupun Schuerrle.

2012, Derdiyok pergi ke Hoffenheim, dan membuat Kiessling menjadi satu-satunya pilihan Bayer. Bermain di semua pertandingan Bundesliga musim itu, Kiessling mencetak 25 gol, dan menjadi arsitek 10 lainnya untuk mengantar klub ke posisi tiga kelasemen akhir.

Gelar topskorer klub tetap dipertahankan Kiessling meski Bayer kedatangan juru gedor baru di sosok Heung-Min Son pada 2013/14, dan meskipun hal itu tidak bisa ia jaga musim lalu, mantan striker Nuernberg satu ini tetap lebih sering main dibanding bintang Korea Selatan yang kini membela Tottenham.

Delapan manajer dalam sembilan tahun, tak ada satupun yang mencampakkan seorang Stefan Kiessling di Bayer Leverkusen.

Bayer-Leverkusen-Stefan-Kiessling_2936293
Kiessling dikunci hingga musim ke-11 | PHOTO: Skysports

Memiliki postur tinggi, dan badan yang cukup besar membuat Kiessling tidak memiliki ‘saingan’ di lini depan Leverkusen.

Chicharito hanya memiliki tinggi 175 centimeter (cm), Kruse tiga cm lebih tinggi, dan Mehmedi yang paling mendekati Kiessling (191) masih terpaut enam angka (185).

Menurut Squawka, Stefan Kiessling merupakan penyerang Bayer Leverkusen yang paling aktif membantu pertahanan, dan memenangkan duel.

Tak heran jika pada akhirnya Kiessling dipertahankan Leverkusen…

Keputusan ini memang ada hubungannya dengan upaya para suporter yang meminta klub untuk mempertahankan Kiessling, memberikannya waktu bermain meski Chicharito sedang di periode terbaiknya, dan lain-lain.

Namun jika ia hanya mengandalkan pemain ke-12 tanpa berusaha di lapangan, sulit rasanya manajemen klub yang melihat penampilan Chicharito dan Ahmed Mehmedi menuruti permintaan para suporter.

Meski dalam dua musim ke depan, dirinya mungkin tak akan melewati rekor gol Ulf Kirsten, atau penampilan Rudiger Volliborn dengan status pelapis…

Setidaknya sekarang kita tahu bahwa kontrak Kiessling bukan semata-mata ciuman, seperti yang diberikan Yudas kepada Yesus, tapi karena memang ada rasa didalamnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s