Jangan Teralihkan, Ini Bukan Pengalihan

http://a.espncdn.com/combiner/i/?img=/photo/2014/1121/fc_indonesia_fan_kl_1296x729.jpg&w=738&site=espnfc

Setelah lebih dari setahun dibekukan oleh Kemenpora, akibat menolak rekomendasi untuk verefikasi klub, akhirnya hari ini, Jumat, 29 April 2016, penikmat sepak bola di Indonesia dapat kembali merasakan kompetisi liga bertajuk Indonesia Soccer Championship.

Pertandingan pertama akan dilangsungkan di Papua, di mana Persipura Jayapura akan bertemu dengan tim Ibukota, Persija Jakarta (20.00 WIB) sebelum dilanjutkan dengan Semen Padang melawan PSIM Jogjakarta.

Kehadiran kompetisi ini bak hujan di tengah kemarau, saat sepak bola nasional kita memasuki masa-masa kritis, banyak turnamen yang dihadirkan mulai dari Piala Gubenur, Presiden, Jenderal Sudirman, Bhayangkara, dan sebagainya.

Semua turnamen itu hanya bersifat sementara, namun tetap digandrungi oleh penikmat sepak bola.

Melihat animo yang begitu tinggi, ditambah kemenangan PSSI di pengadilan, akhirnya Indonesia Soccer Championship lahir.

Jadwal-ISC-A-Indonesia-Soccer-Championship-2016
Indonesia Soccer Championship A | PHOTO: Kiblat Sport 

Menggunakan format liga, memiliki dua divisi dan menaungi 76 klub, liga yang disebut juga sebagai Torabika Soccer Championship menjanjikan kompetisi jangka panjang dan kepastian hidup bagi pemain tim-tim peserta.

Setidaknya itulah yang dirasakan oleh kelompok suporter Persija Jakarta, Jakmania:

“yang pasti kompetisi sesungguhnya itu ditunggu oleh rekan-rekan Jakmania. Yaitu kompetisi jangka panjang yang gunanya untuk melangsungkan kehidupan pemain.”, Ungkap Ketua Umum mereka kepada BBC Indonesia.

Tak perlu melakukan survey mendalam untuk mengetahui bahwa The Jak -sapaan Jakmania- tidak sendirian. Banyak yang juga memiliki opini serupa.

fda41cb3b68bf924cafaf1b6f34fdde7_L
Indonesia masih berpeluang masuk | PHOTO: Ole.vn

Akan tetapi, sekali lagi kompetisi ini hanyalah hujan di tengah kemarau.

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mungkin sudah memberi izin kepada klub-klub peserta Indonesia Soccer Championship, Presiden Joko Widodo juga telah merestui turnamen ini dengan syarat:

  1. Kompetisi berjalan sesuai jadwal (s/d September 2016).
  2. PSSI melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) dalam waktu tiga bulan ke depan.

Syarat nomor satu masih tentatif, bisa berubah, tergantung kondisi sepanjang liga, tapi untuk persyaratan kedua, hingga kini kita masih terbentur oleh tembok keras kepala.

Hingga kini, PSSI menolak untuk melakukan KLB, padahal itu juga menjadi persyaratan yang diberikan FIFA jika Indonesia ingin mengakhiri pembekuan dari mereka.

Ya, jika ada yang lupa, sepak bola kita tidak hanya dibekukan oleh pemerintah, tapi juga asosiasi sepak bola dunia, FIFA. Mereka memiliki kasus tersendiri, namun tetap sempat memberikan tenggat waktu untuk kita menyelsaikan masalah.

5 Agustus 2016, empat bulan dari sekarang kita sudah harus bisa menyelsaikan kisruh sepak bola dalam negeri guna dapat mengikuti Piala AFF 2016, November mendatang.

609c0834-2600-42cc-8f63-cbd7021a272e_169
La Nyalla tersangkut kasus korupsi | PHOTO: CNN Indonesia

Melihat kasus korupsi Kantor Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur yang melilit Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, sudah layak dan sepantasnya PSSI mengadakan KLB.

Dalam regulasi FIFA terkait posisi dan kekuasaan, tertulis bahwa Sekretaris Jenderal FIFA dapat melakukan intervensi atau apapun yang diperlukan jika ada anggota-pegawainya terkena kasus korupsi karena melanggar kode etik.

Namun hingga kini Presiden sekalipun belum bisa meyakinkan PSSI untuk mengadakan KLB. Sepak bola kita tetap dalam masa kritis, dan liga baru dibentuk guna melepas dahaga klub, pemain, serta suporter akan kompetisi jangka panjang.

Indonesia Soccer Championship.

Sebuah liga pelepas dahaga dan sudah ‘kodrat’-nya sementara, jangan sampai kita terbuai oleh hiburan ini, karena sesungguhnya publik sepak bola Indonesia tidak menantikan hujan, tapi pelangi yang datang sesudahnya.

Entah pelangi itu muncul 5 Agustus 2016, atau lebih awal, yang pasti sepak bola kita masih sakit hingga keindahan sesungguhnya muncul atas perpaduan warna antara FIFA, PSSI, dan pemerintah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s